Departemen Pertanian: Bulog Beli Beras di atas Harga Pemerintah
Selasa, 08 Agustus 2006 | 18:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pertanian menyarankan Perum Bulog untuk membeli beras di atas harga pembelian pemerintah (HPP) untuk memenuhi cadangan nasional.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian Sutarto Alimoeso mengatakan, sebaiknya Bulog mengupayakan menyerap produksi beras dalam negeri dibandingkan melakukan impor. "Meski hal itu terbentur oleh harga di atas HPP," katanya, Selasa, (8/8).
Dia menyebutkan, selama ini pemerintah hanya membeli beras di bawah HPP. "Kalau perlu harga di atas HPP dibeli juga untuk dijadikan cadangan nasional, jangan membicarakan impor beras," kata Sutarto.
Untuk itu, kata Sutarto, diperlukan payung hukum yang jelas untuk melaksanakan hal itu dan diperlukan komitmen politik untuk melindungi konsumen dan produsen. Dia menambahkan, jika dimungkinkan pemerintah akan membicarakan masalah perberasan di sidang kabinet.
Sebelumnya Deputi Menteri Perekonomian Bayu Krisnamurthi mengatakan impor beras adalah langkah yang paling rasional untuk memenuhi cadangan beras pemerintah. Namun, dia tidak mengetahui kepastian kapan dilakukannya impor. "Belum tahu, masih akan dikaji," ujarnya kepada Tempo.
Bayu memperkirakan, stok beras nasional pada akhir tahun sekitar 520-530 ribu ton. Agar stok beras mencapai titik aman sebesar satu juta ton, diperlukan kebijakan luar biasa. Salah satu dengan melakukan impor beras. "Keputusan impor akan dibicarakana dalam rapat kooordinasi terbatas," katanya.
ANDRI SETYAWAN





