Achmad Kalla Pasrah Atas Nasib Bukaka
Rabu, 09 Agustus 2006 | 00:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Achmad Kalla, adik Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengaku pasrah atas nasib yang menimpa PT Bukaka Teknik Utama Tbk. Presiden Direktur Bukaka itu mau menerima keputusan Bursa Efek Jakarta, yang mendepak perusahaannya dari lantai bursa. "Saya ikut keputusan BEJ saja," kata Achmad kepada Tempo dalam pesan pendeknya melalui telpon seluler, di Jakarta, Selasa (8/8).
Seperti diketahui, otoritas bursa memutuskan penghapusan saham (delisting) Bukaka terhitung sejak hari ini. Pertimbangannya, selama empat tahun berturut-turut laporan keuangan perusahaan konstruksi ini gagal mendapatkan opini dari auditornya.
Dalam pertemuan terakhir dengan direksi BEJ hari ini, manajemen Bukaka tidak bisa memberikan kepastian atau jaminan mengenai kondisi perusahaan dan laporan keuangannya di masa depan. "Mereka belum bisa memastikan, kapan perusahaan mendapatkan opini keuangan tanpa disclaimer," kata Direktur Pencatatan BEJ, Eddy Sugito.
Manajemen perusahaan mengatakan kepada BEJ, mereka kini dalam kondisi sulit dan tanpa kepastian bisnis. "Mereka menyatakan sulit mendapat kontrak dan biaya perbankan," kata Eddy.
Utang perusahaan hingga kini mencapai US$ 87 juta, dengan arus kas negatif sebesar US$ 41,9 juta. Padahal, hingga Juni lalu laba Bukaka naik sekitar 50 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi Rp 55,31 miliar.
Di sisi lain, Bukaka kerap kali menangani berbagai proyek infrastuktur dan energi dalam setahun terakhir, seperti pembangunan pembangkit listrik di Asahan, Sumatera Utara, dan Pinrang, Sulawesi Selatan.
Achmad mengatakan, tidak ada rencana pemilik perusahaan menambah suntikan modal Bukaka sehingga bisa bertahan di bursa. Selain itu, kata dia, tidak ada masalah atau kerugian bagi Bukaka walaupun sudah tak jadi emiten lagi. "Karena aturan BEJ begitu, ya kita turuti saja," kata dia.
Yura Syahrul | Yuliawati





