Anggota DPR Menolak Keran Impor Beras Dibuka
Rabu, 09 Agustus 2006 | 10:27 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Anggota Komisi Pertanian DPR Mufid A Busyairi meminta pemerintah tidak melakukan impor beras. Menipisnya persediaan beras di gudang Bulog tidak bisa dijadikan alasan mendatangkan beras dari luar negeri. Saat ini kewajiban pemerintah adalah menjaga harga beras agar tidak naik.
"Stok di Bulog memang tidak aman karena Bulog tidak bisa beli gabah dengan harga di atas harga pasar, tapi apakah stok yang di masyrakat juga tidak aman. Sulitkah untuk memperoleh beras di pasar. Tidak sulit kok, jadi mengapa harus impor," kata Mufid A Busyairi di sela-sela kunjungan resesnya ke Boyolali, Jawa Tengah, hari ini.
Menurut politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini, meski stok yang dimiliki Bulog di bawah stok aman, namun hingga kini belum ada indikasi kesulitan pangan atau kelangkaan beras di pasar. Hal itu berarti persediaan beras yang ada di masyakarat masih mencukupi. "Persediaan beras yang ada di masyarakat juga harus dihitung," ujarnya.
Selain ketersediaan beras di masyarakat masih mencukupi, menurut Mufid penolakan terhadap impor beras tersebut juga didasari pada kenyataan impor beras ternyata tidak bisa menurunkan harga beras. Padahal, seharusnya dengan bertambahnya stok beras Bulog melalui impor, harga beras akan turun.
"Nyatanya yang turun justru harga gabah petani, karena beras impor datang selalu pada saat memasuki panen. Lebih baik kalau stok beras milik Bulog saat dikeluarkan agar harga beras tidak terus naik karena tidak ada panenan. Nanti pas panen, Bulog mengisi kembali stoknya dengan cara membeli seluruh hasil panen petani," kata dia.
Imron Rosyid





