Penurunan BI Rate Dinilai Belum Bisa Dorong Pemulihan Sektor Riil
Rabu, 09 Agustus 2006 | 12:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Perindustrian Fahmi Idris menilai kebijakan bank sentral menurunkan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) sebagai langkah yang menggembirakan.
Kendati menurut dia, BI Rate yang masih bercokol pada level 11,75 persen masih jauh dari harapan pengusaha yang menginginkan kisaran bunga 9-10 persen. “Tingkat bunga 11,75 persen belum akan membantu memulihkan sektor riil,” ujar Fahmi di Jakarta hari ini.
Kendati begitu, politisi Partai Golkar ini, optimistis Bank Indonesia akan secara kontinu menurunkan BI Rate dalam beberapa bulan mendatang. Karena, menurut dia, Bank Indonesia memiliki ruang untuk melakukan asalkan sejumlah kondisi mendukung. “Terbukti dalam dua bulan BI Rate turun dua kali,” kata Fahmi.
Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Freddi Sutrisno juga mengatakan penurunan BI Rate itu belum akan berdampak optimal terhadap industri otomotif. “Kalau mau menggigit, BI Rate harus minimal 10 persen seperti 2005,” ujarnya.
Fery Firmansyah





