Dana Kompensasi Pemusahan Unggas Flu Burung TIdak Naik

Rabu, 09 Agustus 2006 | 15:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tidak menaikkan dana kompensasi pemusnahan unggas yang terkena virus flu burung, meski sejumlah masyarakat meminta kenaikan biaya itu. Duit pengganti itu tetap Rp 10.000 per ekor.

Ketua Tim Tanggap Darurat Penanganan Flu Burung Departemen Pertanian Delima Hasri Azahari menyatakan, penolakan pemusnahan unggas oleh masyarakat tidak bisa dijadikan alasan untuk menaikkan dana kompensasi itu. ”Sementara tetap Rp 10 ribu per ekor, “ kata Delima kepada Tempo, Rabu (9/8).

Menurut Delima, tanpa dana kompensasi pun, masyarakat seharusnya sadar bahaya virus flu burung. “Kalau terkena virus, akhirnya unggas mereka mati juga.“

Idealnya, lanjut dia, penanganan flu burung di Indonesia membutuhkan dana minimal Rp 800 miliar. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat hanya menyetujui Rp 250 miliar melalui Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian.
Dampaknya, Departemen Pertanian akan kekurangan vaksin flu burung. Dari kebutuhan 400 juta dosis vaksin, pemerintah hanya mampu membeli 60 juta dosis.

Pemerintah, lanjut dia, sudah melakukan penanggulangan wabah flu burung sesuai prosedur. Indonesia juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi internasional. ewo raswa

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :