Bea Masuk Anti Dumping Mendesak
Rabu, 09 Agustus 2006 | 19:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah didesak untuk segera menetapkan bea masuk antidumping sebesar 14 persen untuk produk ampicilin triydrate dan amoxicillin trihydrate serta pisang Cavendish. Produk tersebut dinilai terbukti melakukan dumping atau menjual lebih murah di negara tujuan dibandingkan negara asalnya.
Menurut Ketua Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) Ridwan Kurnaen, Menteri Perdagangan telah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan sejak 19 bulan lalu. Tapi hingga kini belum ada jawaban dari pemerintah.
Ridwan mengatakan, penetapan bea masuk ditunggu-tunggu kalangan industri dalam negeri. "Karena serangan barang impor dengan harga dumping bisa mematikan industri dalam negeri,? katanya, Rabu (9/8).
Ketua Gabungan Asosiasi Produsen Besi Baja Seluruh Indonesia Daenulhay mengeluhkan, praktek dumping baja canai panas (hot rolled coil) Cina sejak pertengahan tahun lalu. "Pangsa pasar domestik kami hilang hingga 18,4 persen," ujarnya.
Daenulhay yang juga Direktur Utama Krakatau Steel mengungkapkan, sebelum 2005 Indonesia adalah penyedia baja terbesar untuk kawasan Asia Tenggara. Tapi sekarang beralih ke Malaysia dan Thailand.
Krakatau Steel, kata dia, mewakili industri dalam negeri telah mengajukan petisi antidumping kepada KADI beberapa waktu lalu. Dan KADI saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap lima negara yang dituduh melakukan dumping. Mereka adalah: Cina, India, Federasi Rusia, Taiwan dan Thailand.
Menurut Ridwan, berdasarkan laporan WHO selama 10 tahun terakhir (1995-2005) menyebutkan sebanyak 120 produk ekspor Indonesia dituduh negara lain melakukan dumping. Tuduhan itu kebanyakan berasal dari India, Australia, Amerika Serikat, Uni Eropa, Afrika Selatan, Malaysia, Korea Selatan, Argentina, Thailand dan Turki.
Jenis produk yang dituduh dumping antara lain, float glass (kaca tuang), woodfree paper, hot rolled coil/plate (baja canai panas), glassware (alat dari kaca), footware (alas kaki), bicycle tire (ban sepeda), portland cement (semen), wooden doors (pintu kayu), dan sorbitol.
RR ARIYANI





