BEJ Cermati Pergerakan Saham Bank Mandiri

Kamis, 10 Agustus 2006 | 00:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pergerakan harga saham PT Bank Mandiri Tbk. dalam satu bulan terakhir menunjukkan ketidakwajaran. Indikasi itu terlihat pada transaksi pada 5-6 Juli lalu, dan di akhir Juli harga saham bank pelat merah ini terus meningkat tajam.

"Perdagangan tidak wajar karena transaksi meningkat tajam," kata analis Kuo Capital Rahardja, Edwin Sinaga, kepada Tempo di Jakarta kemarin.

Berdasarkan data transaksi perdagangan, pada 5 Juli harga saham Mandiri melonjak Rp 70 (4,05 persen) ke posisi Rp 1.800, dengan volume transaksi 194,2 juta lembar senilai Rp 346,9 miliar. Padahal sehari sebelumnya volume transaksi hanya 99 juta lembar, senilai Rp 172,4 miliar.
Pada 6 Juli, harga saham Mandiri malah anjlok Rp 90 (5 persen) menjadi Rp 1.710, dengan volume transaksi 467 juta lembar senilai Rp 801,9 miliar.

Peningkatan transaksi ini mencurigakan, kata Edwin, karena tidak ada sentimen positif yang mampu mendorong investor aktif memburu saham Mandiri. "Transaksi meningkat tajam, tapi hanya dikuasai satu broker," kata Edwin.

Bursa Efek Jakarta mengaku telah memantau pergerakan harga saham Bank Mandiri tersebut. "Aktivitas transaksi sahamnya mengalami kenaikan signifikan," kata Kepala Divisi Pencatatan Sektor Jasa BEJ Wan Wei Yong. Otoritas bursa sudah mempertanyakan hal ini kepada manajemen bank tersebut. "Apakah ada informasi aksi korporasi atau tidak," katanya.

Melalui penjelasan tertulisnya kepada BEJ dua hari lalu, manajemen Mandiri mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan aktivitas transaksi itu, karena perusahaan tidak merencanakan aksi korporasi apa pun. "Saya kira keterbukaan informasi itu sudah cukup," kata Wei Yong.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Ekoputro Adijayanto memperkirakan lonjakan aktivitas transaksi saham ini disebabkan oleh tiga faktor. Pertama, penyelesaian kredit bermasalah 30 pengutang besar. Kedua, bakal keluarnya peraturan pemerintah yang memberikan keleluasaan kepada bank badan usaha milik negara menyelesaikan kredit bermasalahnya. Ketiga, sentimen investor atas penurunan suku bunga BI Rate. "Karena itu, pasar bereaksi," kata Eko kepada Tempo di Jakarta kemarin.

Hingga pekan kedua bulan ini, saham Bank Mandiri terus diburu investor, sehingga harganya merambat naik dari Rp 1.630 pada 25 Juli lalu menuju level Rp 2.120 pada awal pekan ini. "Kalau ini, wajar, karena pasar merespons positif keberhasilan pembayaran utang obligor," kata Edwin.

YULIAWATI | YURA SYAHRUL

Topik :






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: