Kenaikan Harga Minyak Positif Bagi APBN

Kamis, 10 Agustus 2006 | 04:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia berdampak positif bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Kebijakan dan Kerja Sama Internasional Anggito Abimanyu memaparkan, akibat melambungnya harga minyak dunia itu, windfall profit atau keuntungan yang diperoleh pemerintah lebih besar dari pada tambahan subsidi bahan bakar minyak.

Perhitungan serupa disampaikan Kepala LPEM Universitas Indonesia Chatib Basri. Menurut dia, saat ini kalau dilihat dari sisi anggaran pengaruh harga minyak netral bahkan cenderung positif.

Chatib mencatat, setiap kenaikan harga minyak US$ 1 per barel justru akan memberikan dampak positif bagi anggaran pemerintah sebesar Rp 700 juta. “Besar kecilnya tentu tergantung dari berapa konsumsi berapa,” kata dia.

Pemerintah, kata Chatib, harus memperhitungkan lagi dampak kenaikan ini terhadap bagi hasil dengan daerah. “Anggarannya akan berubah lagi kalau itu dilihat juga bagi hasilnya untuk daerah,” kata dia.

Meskipun masih menguntungkan bagi pengelolaan anggaran, lanjut dia, jika kenaikan harga minyak bertahan dan menetap di harga US$ 100 per barel sepanjang tahun, baru akan menimbulkan masalah baru. “Ada kemungkinan aksi penyelundupan minyak ke luar Indonesia bakal marak,” tuturnya. “Karena ada insentif bagi penyelundup.”

AGUS SUPRIYANTO
 






Komentar Anda

Kirim