Medco Batal Jual Apexindo

Kamis, 10 Agustus 2006 | 14:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Medco Energi International Tbk. membatalkan rencana penjualan anak usahanya, PT Apexindo Pratama Duta Tbk. Pertimbangannya, perusahaan pengeboran minyak dan gas itu memiliki nilai strategis bagi Medco. “Alasannya strategis,” kata Presiden Direktur Medco, Hilmi Panigoro, di Jakarta, Kamis (10/8).

Sebagai perusahaan kontraktor pengeboran minyak di darat dan lepas pantai, Apexindo memiliki kemampuan drilling rig yang masih langka di Indonesia. Bila Medco menjual Apexindo, maka perusahaan itu akan kesulitan mendapatkan kemampuan drilling rig.

Hilmi mengatakan, Medco akan tetap menggunakan kemampuan teknologi Apexindo hingga 2-3 tahun ke depan. “Karena kami melihat kesulitan industri drilling masih berlangsung selama tiga tahun nanti,” katanya. Jadi Medco, kata dia, tidak bakal menjual anak perusahaannya itu.

Medco menguasai 52,4 persen saham Apexindo. Selain Medco, komposisi pemegang saham Apexindo adalah: Seadrill Ltd, melalui Abacus Capital International Ltd. sebanyak 32.3 persen, dan publik 15,3%, persen. Sejak setahun terakhir, beredar kabar Medco bakal menjual Apexindo karena tidak termasuk dalam bisnis inti perusahaan. Sekitar sebulan lalu, dua perusahaan asal Cina dan India menyatakan minatnya membeli Apexindo.

Tapi Hilmi membantah Medco berniat menjual Apexindo. “Tapi ada yang datang kepada kami untuk membelinya,” kata dia. Sebagai perusahaan publik, Medco mengevaluasi penawaran tersebut. “Hasilnya, pemegang saham tidak setuju untuk menjualnya,” katanya.

Dia membantah, tidak jadinya penjualan Apexindo karena tidak tercapai kesepakatan harga dengan calon pembeli. Menurut Hilmi, hingga kini belum ada proses penjualan ataupun uji tuntas (due diligence). “Ini bukan soal harga, tapi karena strategi perusahaan untuk mempertahankan Apexindo,” katanya.

Pernyataan Hilmi berbeda dengan pengakuan Investor Relation Medco, Nusky Suyono, sekitar dua pekan yang lalu. Menurut Nusky, dua investor asal Cina dan India telah memasukkan penawaran untuk membeli Apexindo. "Medco menginginkan harga premium karena sebagai pemilik saham mayoritas,” katanya.

Yuliawati | Budi Riza

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :