Realisasi Pembangunan Rumah Sederhana Minim
Kamis, 10 Agustus 2006 | 18:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Realisasi pembangunan rumah sederhana sehat semester pertama 2006 baru mencapai 45 ribu unit atau hanya 18 persen dari target pembangunan rumah tahun ini sebesar 250 ribu unit. Bahkan target pembangunan rumah periode 2004-2009 baru mencapai 17,4 persen.
Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Anshari mengatakan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009, dalam kurun waktu tahun lima tahun itu, pembangunan rumah ditargetkan 1,35 juta unit. Namun sampai sejauh ini realisasinya baru 235.000 unit.
Rendahnya realisasi pembangunan rumah itu, kata dia, karena masih banyaknya persoalan, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. “Kami mengidentifikasi ada 11 permasalahan utama yang menjadi kendala pencapaian target itu,” kata Yusuf, di Jakarta kemarin.
Dari sisi pasokan, kata dia, pengembang masih terhambat soal tata ruang, mahalnya harga tanah, persyaratan lingkungan hidup, syarat perizinan, masalah sertifikasi tanah, kelangkaan dana murah, dan keterbatasan pembiayaan dari pemerintah.
Dari sisi pasokan masih ada masalah pajak dan retribusi yang terlalu tinggi, melonjaknya harga bahan bangunan, rendahnya margin keuntungan, dan masih ada pengembang yang belum profesional. Sedangkan dari sisi permintaan, masalah utamanya adalah lemahnya daya beli masyarakat dan konsepsi rumah sederhana belum diterima.
Harun Mahbub





