Pemerintah Dinilai Alami Disfungsi Fiskal
Kamis, 10 Agustus 2006 | 19:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Institute for Development Economic and Financial (INDEF) menilai pemerintah dinilai mengalami disfungsi fiskal. Sebab, ketika anggaran pemerintah menjadi satu-satunya alternatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi justru kebijakan dan program fiskal pemerintah tidak sesuai harapan.
Kajian Tengah Tahunan INDEF 2006 yang bertajuk Reshaping Fiscal Policy dijelaskan kondisi itu bisa dicermati dalam anggaran pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Ketua INDEF Fadhil Hasan, pemerintah tidak berani melakukan terobosan nyata mengubah format anggaran agar lebih berorientasi menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
Misalnya, terlihat dari rendahnya belanja modal dan barang dibandingkan dengan besarnya pembayaran cicilan pokok dan bunga utang. Di sisi lain, lanjut Fadhil, fungsi stabilitas anggaran tidak berfungsi dengan baik karena pengelolaan anggaran hanya terfokus pada upaya menekan defisit tanpa memperhitungkan dampaknya bagi ekonomi secara luas.
“Disfungsi fiskal terjadi ketika anggaran pemerintah tidak digunakan untuk mengatasi persoalan ekonomi mendasar yang dihadapi,” ujar Fadhil di Jakarta hari ini.
Agus Supriyanto





