Pengiriman Udang dan Ikan Tujuan Ekspor Terganggu Lumpur Lapindo

Jum'at, 11 Agustus 2006 | 18:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengiriman komoditas udang dan ikan tujuan ekspor terganggu akibat jebol tanggul penahan lumpur PT Lapindo Brantas Inc.

Menurut Ketua Asosiasi Ketua Asosiasi Pengusaha Cold Storage Indonesia Susilo Subarjo, rusaknya jalur tol Surabaya-Gempol menyebabkan keterlambatan pengiriman udang dan ikan yang akan dikirim ke luar negeri. "Kami sangat tergantung pada jalur tol (Surabaya-Gempol) itu. Tidak ada alternatif lainnya," ujar Susilo hari ini.

Dia mengungkapkan karena gangguan itu produk tambak yang hendak diekspor akhirnya terlambat sampai ke pelabuhan. "Bisa-bisa kami ditinggal kapal yang sebetulnya sudah menunggu 2 kali 24 jam."

Di samping itu, eksportir juga harus mengeluarkan ongkos yang besar untuk membayar listrik guna menyimpan produk (cold storage) di pelabuhan itu. Biayanya bisa mencapai Rp 1-2 juta per shift untuk berkapasitas 20 kaki.

Sebagai catatan, Sidoarjo merupakan basis tambak udang windu dan ikan bandeng. Hampir 90 persen udang windu untuk di ekspor, dan hanya 10 persen yang dipasarkan di Jawa Timur.

RR Ariyani

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :