|
Pertamina Ngotot Garap Pipanisasi Gresik
Sabtu, 12 Agustus 2006 | 01:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Pertamina (Persero), lewat anak usahanya PT Pertamina Ekplorasi dan Produksi tetap akan mengerjakan proyek pipanisasi Gresik-Semarang yang telah ditenderkan Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas). Meskipun permintaan Pertamina untuk merubah nilai investasi ditolak BPH Migas.
“Pertamina tetap akan menggarap proyek itu,” Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno di Jakarta, kemarin. Pertamina meminta waktu dua bulan untuk negosiasi ulang dengan PT Kereta Api agar dapat memanfaatkan jalur kereta api bagi proyek ini.
Sumber Tempo menyebutkan BPH Migas telah memanggil Pertamina pekan ini. Saat itu Pertamina ngotot minta agar ada pengecualian dengan meminta agar diperbolehkan merevisi nilai investasinya. “Komite BPH Migas menolaknya,” kata sumber yang mengetahui rapat itu.
Dalam rapat itu, lanjut sumber itu, akhirnya Pertamina diberi kesempatan untuk menggarap proyek itu dan diizinkan untuk negosiasi ulang dengan Kereta Api. “Selama ini masih sesuai jadwal tidak masalah,” katanya.
Sebelumnya, Pertamina telah ditetapkan BPH Migas sebagai pemenang pemegang hak khusus ruas transmisi gas bumi Gresik-Semarang tanggal 21 Maret 2006. Dalam dokumen tender yang diajukan Pertamina menggandeng Kereta Api.
Namun Dalam surat bernomor 597/EP1040/2006-SO, tertanggal 13 Juli 2006 yang ditandatangani Vice President Utilisasi Gas PT Pertamina EP, Dedi Saroji menjelaskan bahwa Kereta Api ternyata tidak dapat melakukan kerjasama dengan Pertamina.
Padahal disebut dalam surat itu, sebelumnya telah ada pembicaraan ditingkat direksi dan operasional antar Pertamina dan Kereta Api untuk melakukan kerja sama. Tangapan Kereta Api positif namun tidak dapat dituangkan dalam suatu perikatan sebab Kereta Api telah terikat dalam satu konsorsium yakni PT Rekayasa Industri yang menjadi pemenang nomor dua setelah Pertamina.
muhamad fasabeni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|