8.000 Bankir Lulus Ujian Manajemen Risiko BI

Sabtu, 12 Agustus 2006 | 18:07 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Sebanyak 8.000 orang bankir telah berhasil lulus ujian manajemen risiko yang dilakukan Bank Indonesia dan telah memperoleh sertifikat.

Tujuan ujian manajemen risiko, menurut Deputi Direktur BI Erwin Riyanto, untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kompetensi di bidang manajemen risiko. Juga untuk meningkatkan good corporate governance perbankan Indonesia.

"Ada 50 ribu orang bankir yang wajib mengikuti ujian untuk memperoleh sertifikasi ini," kata Erwin di sela-sela mengawasi ujian sertifikasi manajemen risiko 300 bankir di Graha ITS Surabaya hari ini.

Menurut Erwin, minimnya bankir yang memahami masalah manajemen risiko menjadi salah satu penyebab krisis moneter pada 1997 sulit di atasi.

"Kami ingin membekali para bankir dengan pahamanan manajemen risiko agar apa yang terjadi saat krismon lalu tak terulang lagi," ujat Erwin.

Ada tiga kategori bank yang para bankirnya wajib mengikuti ujian sertifikasi, yakni bank besar dengan aset di atas Rp 10 triliun, bank menengah dengan aset Rp 1-10 triliun, dan bank kecil dengan aset di bawah Rp 1 triliun.

Bank besar yang wajib mengikuti ujian ialah direksi (level lima ke bawah), untuk bank menengah level empat ke bawah, dan bank kecil level tiga ke bawah. "Bagi yang tidak lulus, posisinya bisa diturunkan dari level semula," kata Erwin.

Kukuh S. Wibowo

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :