Saham Great River Terancam Dicoret
Senin, 14 Agustus 2006 | 02:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Pencatatan Bursa Efek Jakarta (BEJ), Eddy Sugito mengatakan saham PT Great River International Tbk. terancam akan dihapus dari bursa atau delisting jika perusahaan tekstil ini tidak segera menyerahkan laporan keuangannya.
Menurutnya, perdagangan saham Great River sudah dihentikan sementara atau suspend dari bursa sejak Januari 2005. Bila perseroan ini tidak memberikan laporan keuangan dalam dua tahun berturut-turut sejak suspend itu, maka BEJ kemungkinan akan menghapus sahamnya di bursa.
“ Kemungkinan Januari 2007 mereka (Great River) terancam delisting,” kata Eddy di Jakarta, pekan kemarin. Bahkan, perusahaan ini juga sudah didenda Rp 1 millar 2004 hingga sekarang.
Menurut Kuasa Direksi Great River, Kristanto Setyadi, perseroan saat ini memang belum memberikan laporan keuangan sejak 2004 hingga saat ini. “Jadi bukan kali ini saja kami didenda,” kata dia.
Ia juga mengatakan, saat ini perseroan mengalami kesulitan menyusun laporan keuangan karena salah satu anggota direksi yang lama tidak bersedia menandatangani laporan keuangan itu.
Keadaan ini, kata Kristanto, juga menyebabkan Great River mengalami kesulitan likuiditas. “Jadi kami belum ada investor, karena mereka kan pengen tahu kondisi perusahaan terlebih dahulu,” ujarnya.
Seperti diberitakan, PT Bank Mandiri akan merestrukturisasi utang Great River senilai Rp 300 miliar. Karena itu bank ini membutuhkan laporan keuangan Great River. “Kami memerlukan data yang benar dan melihat siapa yang akan bertanggungjawab,” kata Direktur Bank Mandiri Riswinandi.
Bank Mandiri, kata Riswinandi, menilai Great River tidak memiliki ektika untuk menyelesaikan utangnya karena pimpinan Great River Sunyoto Tanujdaya telah menghilang.
marlina ms
Topik :




Komentar Anda :