Gencatan Senjata Israel-Lebanon Turunkan Harga Minyak Dunia
Senin, 14 Agustus 2006 | 12:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon serta kabar BP akan mampu mempertahankan setengah dari produksinya di lapangan minyak di Alaska, Amerika Serikat, diantisipasi para pedagang minyak dengan penurunan harga minyak mentah hari ini.
Harga minyak mentah ringan untuk pengiriman September turun 65 sen dolar Amerika menjadi US$ 73,70 per barel pada papan perdagangan elektrik di Bursa Komoditas New York.
Menurut Victor Shum, analis energi dari Purvin & Gertz, Singapore, pasar minyak memang sangat volatile (naik turun begitu cepat). Tapi, pekan ini pasar minyak telah diawali dengan berbagai kabar baik. “Kami melihat sejumlah kabar yang menenangkan, jadi pasar begitu moderat,” katanya seperti dikuti AP hari ini.
Tingginya hanya minyak dunia, di atas US$ 70 per barel sejak awal tahun, telah mendorong pemerintah Indonesia dan Panitia Anggaran mengubah asumsi harga minyak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2006, menjadi US$ 64 per barel. Sebelumnya, dalam APBN 2006 ditetapkan asumsi harga minyak US$ 57 per barel.
“Angka US$ 64 per barel itu rata-rata harga minyak setahun, ini sudah realistis,” demikian perhitungan Bappenas.
Kenaikan harga minyak dunia tidak semata memberatkan anggaran pemerintah karena adanya kewajiban subsidi. Menurut Kepala Badan Pengkajian Ekonomi Keuangan dan Kerja Sama Internasional (Bapekki) Anggito Abimanyu, dari setiap kenaikan harga minyak US$ 1 per barel, anggaran 2006 menerima tambahan bersih Rp 400 miliar.
ANNE
Topik :




Komentar Anda :