Pembangunan Kilang Tuban Dikaji Ulang
Senin, 14 Agustus 2006 | 19:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina (Persero) mengkaji ulang pembangunan kilang bahan bakar minyak (BBM) di Tuban, Jawa Timur, karena membengkaknya biaya investasi. Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno mengatakan, biaya konstruksi naik dua kali lipat dalam dua tahun terakhir ini. "Kami bersama Sinopec sedang melakukan evaluasi kembali untuk pembangunan kilang," katanya, Senin (14/8).
Menurut Ari, dengan margin kilang yang kecil, jika dibangun pada tahun ini kilang Tuban berpotensi menimbulkan kerugian. Pembangunan baru bisa dilakukan paling cepat 2007 atau mundur dari jadwal pada tahun ini.
Pertamina menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan minyak Cina, Sinopec, untuk membangun kilang di Tuban, Jawa Timur, tahun lalu. Biaya untuk pembangunan kilang akan disediakan kedua perusahaan.
Sebelumnya, Pertamina juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan investor dari Arab Saudi, Hi-Tech, untuk membangun kilang di tempat yang sama. Namun, perjanjian dibatalkan karena investor tersebut tidak mampu menyediakan dana.
Dia menjelaskan tahun depan diharapkan biaya konstruksi kilang mulai turun dengan selesainya pembangunan beberapa kilang di dunia. Tingginya harga minyak membuat banyak negara membangun kilang baru yang menyebabkan naiknya biaya konstruksi.
Sebelumnya Direktur Pengolahan Pertamina Suroso Atmomartoyo mengatakan, beberapa negara seperti Vietnam, Cina, Afrika, dan Timur Tengah telah membangun kilang baru. Akibatnya sesuai hukum pasar jika pembangunan kilang marak, tentunya perusahaan yang membuat peralatan kilang (vendor) kebanjiran pesanan.
Menurut Suroso, dana yang dibutuhkan untuk membangun kilang di Tuban sekitar US$ 1,5-3 miliar.
Untuk memenuhi pasokan Kilang Tuban, Pertamina akan menggunakan minyak mentah dari Timur Tengah. Pertimbangannya, cadangan minyak di kawasan tersebut berlimpah sehingga keamanan pasokan tidak perlu diragukan.
Mengenai harga, diperkirakan minyak Timur Tengah akan lebih murah dibandingkan harga minyak domestik. Berdasarkan perhitungan Pertamina, penggunaan minyak mentah dari Timur Tengah menghemat biaya sekitar US$ 8 per barel. Namun, sumber minyak belum dipastikan hingga kini.
MUHAMAD FASABENI | ALI NUR YASIN




Komentar Anda :