Akhir Agustus, 181 SPBU di Jakarta Jual Biosolar
Senin, 14 Agustus 2006 | 20:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan minyak milik pemerintah, PT Pertamina (Persero) mentargetkan 181 statsiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta menjual biosolar pada akhir Agustus 2006. "SPBU-nya sudah siap, tangkinya sama dengan tangki minyak solar, jadi tinggal switching (diubah) saja," kata juru bicara Pertamina, Senin (14/8).
Solar yang sebelumnya dijual di SPBU, akan ditarik secara bertahap dan digantikan dengan biosolar. "Sesuai dengan ketersediaan fatty acid methyl ester (FAME)," ujar Toharso. FAME adalah bahan yang digunakan mengolah minyak sawit, kemudian dicampur dengan solar. Untuk saat ini, kandungan FAME sebesar lima persen, sehingga disebut biosolar B-5. Rencananya, secara bertahap kandungan FAME akan ditingkatkan 10 persen sehingga menjadi biosolar B-10.
Saat ini, baru terdapat 127 SPBU yang menjual biosolar dengan volume penjualan sekitar 1.000-1.100 kiloliter per hari. Kebutuhan FAME untuk SPBU Jakarta dipasok dari PT Eterindo, Cikupa, Tangerang. Perusahaan tersebut memproduksi FAME sebanyak 60 ribu metrik ton per tahun.
Direktur PT Pertamina Arie Sumarno mengatakan, untuk saat ini Pertamina konsentrasi di Jakarta dan Jawa Timur. "Diharapkan dalam waktu dekat seluruh SPBU Jakarta sudah jual biosolar. Solar yang biasa akan dihapus diganti biosolar," katanya.
Kebutuhan FAME di SPBU Jawa Timur dipasok PT Eterindo di Gresik, yang mampu memproduksi 80 ribu metrik ton per tahun.
NIEKE





