Perumnas Dinilai Melupakan Misi Sosial

Senin, 14 Agustus 2006 | 23:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perum Perumnas dinilai kurang menjaga visinya untuk menyediakan perumahan rakyat. “Visi sosialnya tidak berkembang bahkan cenderung menurun,” kata Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Anshari dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (14/8).

Menteri Yusuf mengatakan, saat ini Perumnas kurang memperhatikan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kecenderungan yang dialami Perumnas itu tidak terlepas dari posisi kelembagaannya yang berada di bawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara. “Dibebani target profit,” ujar Yusuf.

Dengan kondisi seperti itu, lanjut dia, Perumnas seharusnya tetap berkomitmen pada pembangunan rumah sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Caranya, mengalokasikan sebagian keuntungan dari pembangunan proyek-proyek komersial untuk pembangunan rumah sederhana.

Namun, jika Perumnas tidak dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan komersial dan sosial itu, Yusuf mengimbau, posisinya sebaiknya dikembalikan lagi di bawah Kementerian Perumahan Rakyat. “Agar visi sosialnya tetap terjaga.”

Direktur Utama Perumnas Harry A. Jasa Slawat mengakui bahwa Perumnas juga melirik proyek-proyek komersial. Kegiatan komersial itu dirancang sebagai salah satu strategi menutup kerugian akibat program Perumnas yang berkaitan dengan misi sosial.

Program sesuai misi yang berwujud pengelolaan rumah susun sewa, Harry mencontohkan, menyebabkan kerugian sekitar Rp 11 miliar per tahun. “Harga sewa jauh di bawah biaya pengelolaan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, kelak kegiatan-kegiatan komersial Perumnas akan ditampung oleh anak perusahaan. Rencananya, anak perusahaan ini akan dibentuk pada tahun ini juga. “Agar ada pemilahan kegiatan dan pembukuan yang jelas,” ujarnya.

Namun, dia menjamin bahwa program pemerintah untuk menyediakan perumahan rakyat tetap akan menjadi perhatian utama Perumnas. Terkait dengan itu, Harry mencontohkan, tahun ini di tanah Perumnas yang berlokasi Martubung, Medan, dilaksanakan pembangunan rumah susun sewa sejumlah dua twin block oleh Kementerian Perumahan Rakyat. Selain itu di lokasi Parung Panjang, Departemen Pekerjaan Umum juga sedang menggarap proyek serupa sejumlah tiga twin block.

Harun Mahbub






Komentar Anda

Kirim