Pertamina Minta Alokasi Tambahan Produksi Elpiji ke BP Migas
Selasa, 15 Agustus 2006 | 22:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina (persero) meminta Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) mengalokasikan semua tambahan produksi elpiji dari kontraktor asing atau domestik untuk program substitusi minyak tanah ke elpiji.
Deputi Niaga dan Pemasaran PT Pertamina (persero) Hanung Budya mengatakan, jika semua tambahan produksi elpiji dari KPS atau domestik itu bisa dialokasikan ke Pertamina, maka impor elpiji tidak perlu dilakukan.
”Kami sudah menulis surat dan menyampaikan secara lisan. Pemerintah juga menyampaikan bahwa produksi elpiji dalam negeri akan diprioritaskan untuk program konversi minyak tanah dalam negeri,” kata Hanung kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/8).
Saat ini konsumsi elpiji nasional 1,1 juta ton. Diperkirakan ada kenaikan 600 ribu ton pada tahun depan sehingga total konsumsi menjadi jadi 1,7 juta ton. Dengan program substitusi minyak tanah, minimal tahun depan terjadi pengurangan konsumsi minyak tanah 1 juta kiloliter.
Hanung menjelaskan, selama ini kebutuhan elpiji dipenuhi dari kilang Pertamina sebesar 850 ribu ton, 200 ribu ton dari produsen domestik atau KPS, dan 50 ribu ton dari impor.
Dia menambahkan, tahun depan akan mendapat pasokan tambahan elpiji dari Conocophillip dan Petrochina masing-masing 500 ribu ton. ”Jadi secara teoritis kalau semua tambahan produksi elpiji dalam negeri tersebut dialokasikan BP Migas ke Pertamina, kami tidak perlu impor lagi,” tegasnya.
Jika produksi Conocophillip dan Petrochina tidak bisa dialihkan, maka Pertamina akan impor. ”Kami membeli dengan harga pasar kok. Jadi lebih bagus dijual ke Pertamina.”
Nieke




Komentar Anda :