Subsidi BBM dan Listrik 2007 Naik

Rabu, 16 Agustus 2006 | 12:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik bakal meningkat pada tahun depan. Pemerintah menganggarkan dana subsidi BBM sebesar Rp 68,6 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2007. Sedangkan subsidi tarif dasar listrik sebesar Rp 25,8 triliun.

Berarti nilai subsidi ini lebih besar dibandingkan tahun ini, yaitu Rp 54 triliun untuk BBM dan sebesar Rp 17 triliun untuk listrik. Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan pengantar RAPBN 2007 dna nota keuangan di Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu (16/8) pagi.

Presiden mengatakan, pemerintah masih memberikan subsidi atas harga BBM dan listrik karena kebijakan energi yang memanfaatkan sumber energi pengganti minyak bumi, seperti: batubara, air, gas, dan energi terbaru, yang memakan waktu lama. “Pengembangannya memerlukan waktu,” kata Presiden. Selain itu, pemerintah menyadari daya beli masyarakat masih lemah setelah kenaikan harga BBM pada Oktober tahun lalu.

Tapi pemerintah optimis, konsumsi BBM dan sebagian energi pembangkit listrik bakal menurun tahun depan, digantikan oleh batubara dan gas. Sehingga pada tahun 2008, kata Presiden, alokasi subsidi BBM dan listrik dapat turun drastis. “Pembangkit listrik digantikan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG),” katanya. Bahkan, pada 2009 diharapkan seluruh pembangkit listrik di Pulau Jawa dapat dipenuhi pembangkit non BBM.

Terkait pengembangan biofuel, kata Presiden, pemerintah akan memanfaatkan alokasi belanja modal dari berbagai kementerian dan lembaga terkait. "Kami juga sediakan subsidi bunga kredit usaha biofuel Rp 1 triliun," katanya.

Suryani Ika Sari






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: