Stok Beras Nasional Kritis

Selasa, 22 Agustus 2006 | 03:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Cadangan beras nasional masuk pada titik kritis. Sebab, saat ini stok beras nasional yang terdapat di gudang Perusahaan Umum Bulog hanya sebesar 532 ribu ton, jauh di bawah cadangan aman 1 juta ton.

“Stok yang ada saat ini merupakan titik terendah sepanjang sejarah,” ujar Direktur Utama Bulog Widjanarko Puspoyo di Wonogiri Sabtu lalu. Dia menjelaskan, cadangan yang ada tersebut masih bisa terus berkurang jika ada permintaan dari daerah bencana atau Bulog diminta pemerintah melakukan operasi pasar.

Widjanarko mengatakan saat ini Bulog masih terus mengupayakan penambahan cadangan beras dengan melakukan pengadaan dari dalam negeri. Hanya saja, kegiatan terhambat karena situasi harga beras sudah sangat tinggi, dan terus mengalami kenaikan. “Kami terpaksa menurunkan target pengadaan beras dalam negeri dari 2,1 menjadi 1,35 juta ton,” ujarnya.

Mantan anggota DPR dari Partai Golkar ini menambahkan, harga beras saat ini sudah mengalami kenaikan hingga 12 persen dibandingkan harga tiga bulan yang lalu. Menurut dia, lonjakan harga akan kembali terjadi dalam beberapa pekan mendatang bertepatan masuknya bulan puasa.

Wakil Ketua Komisi Pertanian DPR Suswono mengatakan rendahnya cadangan beras Bulog lebih disebabkan karena perusahaan pelat merah tersebut malas menyerap beras petani ketika panen raya. "Bulog belum optimal," katanya kepada Tempo.

Menurut dia, kemalasan Bulog itu semakin ditambah runyam aksi petani dan pedagang yang menahan beras yang dimilikinya dengan harapan bakal ada kenaikan harga. “Dengan kondisi itu seharusnya Bulog memberikan insentif harga,” ujar Suswono.

Menteri Anton Apriyantono juga menyarankan kepada Perum Bulog untuk membeli beras dalam negeri dengan harga khusus. "Beli dengan harga khusus selesai persoalan (cadangan yang menipis) itu," katanya Tempo.

IMRON ROSYID I ANDRI SETYAWAN

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :