BTN Diarahkan Jadi Bank Syariah Murni
Selasa, 22 Agustus 2006 | 08:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Tabungan Negara (BTN) di masa mendatang bisa dijadikan sebagai bank syariah murni. Pendapat itu disampaikan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto di Jakarta. "Sistem pemberian kredit kepemilikan rumah BTN sudah sesuai dengan standar-standar perbankan syariah," katanya.
Namun, dia mengakui, perubahan bank pelat merah itu menjadi bank syariah murni bisa dilakukan ketika perbandingan aset-aset bank syariah secara nasional mencapai 40 persen dari total aset perbankan nasional ."Kalau belum mencapai angka 40 persen, itu (BTN menjadi bank syariah) masih jauh," ujarnya.
Saat ini nilai aset bank-bank syariah nasional baru mencapai Rp 32 triliun atau 2,6 persen dari total nilai aset perbankan nasional sebesar Rp 1.200-1.300 triliun
Dia mengatakan, hampir semua bank-bank pemerintah sudah memiliki anak usaha atau unit syariah. PT Bank Mandiri Tbk., misalnya sudah memiliki anak usaha syariah, yaitu PT Bank Syariah Mandiri. Sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk. memiliki unit syariah BNI Syariah dan begitu pula PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. memiliki unit syariah BRI Syariah.
Juru bicara BTN Dody Agoeng mengatakan, sampai saat ini secara internal BTN belum memiliki rencana menjadi bank syariah murni. Seandainya nanti terbentuk, perubahan sistem menjadi bank syariah akibat proses alamiah, yaitu mengikuti mekanisme pasar. "Apabila nasabah meminta pelayanan syariah bertambah, kami pun otomatis akan menyediakan fasilitasnya," katanya kepada Tempo dari Bandung tadi malam.
ekretaris Jenderal Real Estate Indonesia Teguh Satria mengatakan, perubahan BTN menjadi bank syariah murni bisa menganggu program perumahan nasional. Sebab selama ini sekitar 90 persen pembiayaan properti dan perumahan berasal dari BTN. "Pasar properti di Indonesia bisa terganggu," ujarnya kemarin,
Ia menyarankan agar BTN tetap menjalankan fungsi ganda seperti sekarang. "Lebih baik BTN tetap dipertahankan sebagai bank umum dan BTN syariah yang telah ada juga dikembangkan," katanya.
andri setyawan | Yuliawati Sofian





Komentar Anda :