Harga Minyak Dunia Turun

Selasa, 22 Agustus 2006 | 13:32 WIB

TEMPO Interaktif, Singapura:Harga minyak mentah di pasar internasional mulai mereda, menunggu respons Iran terhadap permintaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menunda program pengayaaan uraniumnya. Namun Iran sudah mengindikasikan tidak akan menuruti permintaan PBB.

Di pasar komoditas New York Mercantile Exchange, harga minyak jenis light sweet untuk pengiriman September turun US$ 4 sen menjadi US$ 72,49 per barel. Harga produk bensin juga turun US$ 0,24 sen menjadi US$ 1.939 per galon. Sementara itu, harga gas alam malah anjlok US$ 12,4 sen menjadi US$ 6,50 per kaki kubik.

Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resoluasi kepada Iran untuk menunda program pengayaan uraniumnya pada 31 Agustus. Jika tidak, Iran akan dikenai sanksi antara lain sanksi ekonomi dan diplomatik. Pemerintah Iran rencananya akan memberikan jawaban kepada PBB hari ini, Selasa (22/8). Namun pada Senin lalu, Pemimpin Spritual Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan Iran akan terus mengembangkan teknologi nuklir, meski ada tenggat waktu dari Dewan Kemanan PBB. Di Austria, para diplomat dan pejabat PBB menyatakan Iran telah menolak inspektor PBB yang ingin mememeriksa fasilitas nuklir Iran.

Sejak 14 Juli lalu, harga minyak mentah di pasar dunia melonjak hingga mencapai US$ 78,4 per barel. Pemicu utamanya, serangan Israel ke Libanon. Hal ini ditambah parah dengan adanya kegiatan perbaikan pipa minyak dari lapangan minyak terbesar di Amerika di Prudhoe Bay, Alaska, Amerika Serikat, milik BP. ap via yahoo/syakur usman

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :