Penggunaan Energi di Indonesia Kurang Efisien
Selasa, 22 Agustus 2006 | 13:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penggunaan energi di Indonesia dinilai kurang efisien. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, kondisi itu terlihat dari angka penggunaan energi sebesar 1,84. Artinya untuk meningkatkan produksi nasional sebesar satu persen dibutuhkan energi sebesar 1,84 persen.
"Itu tertinggi dibandingkan dengan negara-negara lain,” katanya di Jakarta hari ini.
Di negara lain, kata dia, setiap satu persen peningkatan produksi nasional hanya membutuhkan satu persen energi.
Meski begitu, menurut dia, energi merupakan sektor penting karena menyokong penerimaan devisa dan pendukung kemajuan perekonomian dalam negeri. "Minyak dan gas merupakan motor penggerak ekonomi Indonesia dan sumber utama penerimaan negara selama dua dasawarsa lebih," ujarnya.
Kurniasih





