Dana Pengembangan Biofuel Belum Final
Selasa, 22 Agustus 2006 | 18:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyatakan dana pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) sebesar Rp 1 triliun belum final. Penyebabnya hingga saat ini Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati masih menghitung proses penyaluran dana energi alternatif tersebut.
"Masih dihitung," kata Menteri Koordinator Perekonomian Boediono dalam acara Pencanangan Perdana Program Aksi Penyediaan dan Pemanfaatan Energi Alternatif di Jakarta Selasa (22/8)
Dalam pemaparan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2007 pada 16 Agustus lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan, pemerintah akan menyiapkan dana sekitar Rp 1 triliun untuk pengembangan biofuel. Dana itu termasuk pemberian subsidi dalam bentuk kredit pengembangan usaha energi alternatif.
Menurut Boediono, ada beberapa bank nasional yang telah diajak bicara tentang mekanisme penyaluran dana subsidi tersebut. "Tapi belum final," katanya. Namun, ia belum memerinci nama bank-bank yang akan menyalurkan dana pengembangan biofuel itu.
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto menambahkan salah satu bank yang siap menyalurkan dana subsidi biofuel adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Namun, Sugiharto berpendapat ada kemungkinan penyaluran dana subsidi biofuel tidak akan dimonopoli oleh satu bank, sehingga ada kemungkinan bank nasional lainnya juga bisa berpartisipasi.
"Tapi petunjuk teknis maupun aturan soal dana Rp 1 triliun itu akan dilakukan Menko Perekonomian," katanya.
Sugiharto menjelaskan, salah satu bentuk subsidi antara lain selisih antara suku bunga pasar dikurangi dengan suku bunga yang dianggap layak dan wajar oleh pemerintah. Pemberian subsidi bunga itu untuk mendorong pengembangan biofuel di sisi hulu, baik berbahan dasar minyak sawit maupun biji pohon jarak.
"Ini subsidinya bunga. Tapi selisihnya saja bukan seluruh bunga," katanya.
Fasabeni





