Saham Jasa Marga Dilepas Maksimal 30 Persen
Selasa, 22 Agustus 2006 | 18:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Jasa Marga (persero) menawarkan saham tak lebih dari 30 persen dari kegiatan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) yang direncanakan November tahun ini.
Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S. Sunito, pihaknya mentargetkan memperoleh dana Rp 3 triliun dari pasar modal. Namun, ini akan dilakukan secara bertahap , yakni melalui IPO dan right issue. Tahap pertama adalah IPO, dan setahun kemudian baru right issue. "Rencana mau dilepas berapa persen belum dihitung, tapi tidak lebih dari 30 persen," kata Frans Sunito kepada pers kemarin.
Untuk IPO sendiri, perseroan menargetkan memperoleh dana Rp 1,5 - 2 trillun.
"Kami masih menunggu izin dari Komite Privatisasi. Jika sudah keluar izin dari komite, maka kami harus bicara ke DPR," ujarnya.
Rencana IPO Jasa Marga ini terkait dengan rencana pemerintah menyiapkan tiga BUMN dilepas ke pasar modal melalui IPO. Tiga BUMN itu, antara lain PT Indonesia Power, PT Jasa Marga, dan Bank BTN. Hal ini terkait dengan program privatisasi BUMN dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2006. Target dana yang dianggarkan Rp 3 triliun.
Soal lembaga penjaminnya, Frans Sunito menjelaskan, pihaknya belum menunjuk lembaga penjaminnya. "Secara formal saat ini belum ada. Namun, proses penunjukan lembaga penjamin ini akan dilakukan lewat kompetisi."
Dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk investasi, menambah usaha, dan membangun ruas jalan tol. Ada tiga ruas tol yang akan dibangun PT Jasa Marga, yakni ruas Bogor Ring Road, Gempol-Pasuruan, dan Semarang-Solo dengan total panjang 120 km. Total investasinya diperkirakan Rp 6 triliun atau Rp 60-70 miliar per km.
Pengembangan ruas tol tersebut rencananya dilakukan dalan 3 tahap. Tahap pertama yang saat ini sedang berjalan membutuhkan biaya investasi Rp 2,5-3 triliun. Sedangkan tahap kedua dan ketiga akan dilakukan setelah 2009.
PT Jasa Marga saat ini mengoperasikan 13 ruas jalan tol sepanjang 456,1 km. Tahun ini perseroaan mentargetkan laba bersih Rp 305 miliar dengan pendapatan Rp 2,2 - 2,3 triliun. Tahun lalu laba perseroan Rp 293 miliar dari total pendapatan Rp 2 triliun.
marlina m siahaan




Komentar Anda :