Energi Alternatif Perlu Insentif
Selasa, 22 Agustus 2006 | 18:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengusaha minta intensif untuk mengembangkan energi alternatif karena sektor usaha perintis beresiko tinggi dan belum ada yang membuktikan usaha itu bisa sukses.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia MS Hidayat mengatakan, pengusaha perlu melakukan analisas bisnis, terutama soal tingkat keuntungan.
Beberapa insentif itu, kata dia, bisa berupa pembebasan pajak pertambahan nilai selama lima tahun. Pengusaha juga menunggu kepastian kebijakan 6 juta hetar lahan untuk pengembangan energi alternatif dan distribusinya.
Begitu juga dengan status hukum dari cara mendapatkan lahan harus jelas, termasuk pembagian wewenang tentang lahan itu antara pemerintah pusat dan daerah
Kurniasih Budi





