"Tiada Jaminan Subsidi Elpiji Menurunkan Konsumsi Minyak Tanah"

Selasa, 22 Agustus 2006 | 18:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah tidak mensubsidi gas dalam tabung (elpiji) lantaran tiada jaminan konsumsi minyak tanah bakal turun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, masyarakat belum tentu langsung beralih ke elpiji, jika program pengalihan minyak tanah berlangsung pada tahun depan. “Itu yang harus dijawab oleh Pertamina. Bagaimana mengontrol ketika volume elpiji ditambah, volume minyak tanah turun, sehingga otomatis subsidi minyak juga turun. Itu yang harus dijawab sebelum ada subsidi elpiji,” kata Purnomo kepada pers kemarin.

Sebelumnya, Pertamina meminta pemerintah memberikan subsidi elpiji saat dimulainya program pengalihan minyak tanah ke elpiji secara nasional mulai 1 Januari 2007. PT Pertamina setuju sebagai pelaksana dan menyediakan tabung gasnya. Sedangkan biaya kompor gas akan ditanggung oleh pemerintah. Saat ini pengadaannya sedang ditender oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Purnomo menegaskan pemerintah meminta jaminan penurunan volume konsumsi di masyarakat sehingga subsidi minyak tanah bisa dialihkan ke elpiji. Saat ini, subsidi elpiji belum diberikan. Sebab jika volume minyak tanah tidak turun, sedangkan subsidi elpiji turun, maka akan terjadi subsidi ganda.

Menurut dia, satu-satunya cara menjamin masyarakat langsung beralih ke elpiji adalah dengan pengalihan langsung. Artinya, minyak tanah langsung ditarik dari pasar, sementara elpiji masuk. “Itu bisa dilakukan, tapi apa otomatis langsung terjadi penurunan. Itu yang dikhawatirkan.”

Direktur Utama PT Pertamina Arie Sumarno meminta solusi kepada pemerintah jika tidak ada subsidi elpiji. “Kalau tidak disubsidi, kami tidak bisa. Elpiji itu barang nonsubsidi, sedangkan Pertamina sebagai korporasi harus untung,” ucapnya.

Pada pandanganya, jika tidak ada subsidi elpiji, Pertamina akan menyatakan tak sanggup dalam Program Pengalihan Minyak Tanah ke elpiji. “Tidak ada jaminan elpiji masuk, konsumsi minyak tanah turun karena Pertamina tidak mengontrol pasar. Yang mengontrol kan pemerintah, jadi diharapkan memang harus turun.” Saat ini harga jual elpiji produksi Pertamina Rp 4.250 per kilogram, sementara harga keekonomian hampir Rp 7 ribu. Nieke






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: