BP Migas Tidak Tahu Ada Rencana Darurat

Selasa, 22 Agustus 2006 | 21:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) Trijana Kartoatmodjo mengatakan, pihaknya belum mendengar tentang contingensy plan jika skenario tiga pengeboran miring (relief well) gagal.

"Sejauh ini saya menangkapnya, contingensy plan itu metode relief well dari mengebor satu rig menjadi lebih dari satu rig," kata Triyana saat dihubungi Tempo, Selasa (22/8).

Dia menjelaskan, sebelumnya direncanakan metode tersebut hanya pada satu lokasi. Saat ini berkembang rencana untuk melakukan pengeboran miring pada tiga lokasi. Tiga lokasi tersebut antara lain, pada lokasi lama yaitu sekitar 500 meter barat daya Sumur Banjar Panji 1. Kedua, sekitar 500 meter barat barat laut sumur Banjar Panji 1. Ketiga, sekitar utara timur laut dari Sumur Banjar Panji 1. Kedua lokasi tambahan ini terletak di dekat jalan tol untuk mempermudah mobilisasi.

Menurut Trijana, Pertamina telah menawarkan untuk meminjamkan rig untuk kedua lokasi terakhir. "Saat ini kami sedang mencari rig yang cocok," ujarnya.

Dia mengatakan, tidak memiliki rencana lain jika metode tersebut gagal. "Sejauh ini kami yakin dengan metode relief well. Kalau sudah mikir gagal, untuk apa kami mempersiapkan ini, jadi harus yakin melakukannya," ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pemerintah telah mempersiapkan skenario baru untuk menangani semburan lumpur panas PT Lapindo brantas Inc di desa Renokenongo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut dia, saat ini sedang disiapkan contingensy plan seandainya skenario 3 gagal. ?Kami punya contingensy plan," katanya.

Namun, Purnomo belum bersedia menjelaskan dengan detil mengenai rencana yang akan dilakukan jika skenario ketiga gagal. contingensy plan, kata dia, terdiri atas beberapa rencana darurat yang akan disampaikan ke pemerintah.

NIEKE

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :