Pertamina Lirik Usaha Kelistrikan

Jum'at, 25 Agustus 2006 | 02:04 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:
PT Pertamina (Persero) ke depan berencana menjadi perusahaan energi dan petrokimia selain minyak dan gas. Tujuannya, untuk meningkatkan nilai tambah dan keuntungan perusahaan.

Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menuturkan, dalam dua hingga empat tahun ke depan arah bisnis perusahaan menjadi penyedia energi. “Kami melirik usaha kelistrikan. Kami akan jual listrik ke PLN,” tutur dia di Denpasar, Bali, kemarin.

Menurut dia, Pertamina punya potensi sebagai penyedia energi dengan memaksimalkan sumber daya yang ada. Untuk listrik, misalnya, Pertamina punya beberapa lapangan gas yang juga bisa dipakai untuk pembangkit listrik.

Pertamina merencanakan lapangan gas yang tidak ekonomis dijadikan pembangkit listrik. Hasilnya bisa untuk memenuhi pasokan listrik daerah terpencil yang belum ada pembangkit listrik PLN. "Dari pada gas itu dibakar lebih baik digunakan sebagai pembangkit," katanya.

Hanung menambahkan, selama ini Pertamina telah menjual listrik yang dihasilkan kilang Dumai. Kilang yang mampu memproduksi minyak 170 ribu barel per hari ini memiliki kapasitas lebih untuk listrik yang dihasilkan. "Ini bisa jadi modal awal," katanya.

Dalam hal distribusi bahan bakar minyak, Pertamina menyiapkan dana US$ 22 juta (sekitar Rp 198 miliar) untuk membangun sekitar 40 pom bensin di seluruh Indonesia mulai 2007. Dana itu berasal dari internal perusahaan yang diposkan untuk pengembangan sektor hilir.

Menurut Hanung, pada 2007 ditargetkan terbangun 1000 pombensin dengan menggandeng rekanan usaha—40 di antaranya milik Pertamina sendiri. "Kami bertekad menguasai 85 persen pasar distribusi BBM,” ujarnya.

Pada tahun ini saja, Pertamina merencanakan penambahan pom bensin sekitar 700. Untuk mencapai target itu, Pertamina melakukan terobosan dengan membuka pendaftaran bagi yang berminat menjadi pengusaha pom bensin lewat internet. “Kami pangkas jalur birokrasi,” tutur Hanung.

Hasilnya, menurut dia, cukup responsif. Terdapat 1.045 pendaftar dan setelah dievaluasi seluruhnya lolos. Bahkan, “Ada 630 pendaftar yang langsung disetujui setelah dinilai kelayakannya," kata Hanung.

Dalam 3-4 bulan ke depan, Pertamina akan membuat pom bensin percontohan yang disebut pom bensin bintang mas. Ini pom bensin dengan pelayanan prima. Keuntungan untuk pom bensin ini pun dibedakan. Pertamina akan memberikan margin lebih besar bagi pom bensin yang memberikan layanan terbaik serta menjual BBM lebih banyak.

Lebih lanjut Hanung mengakui, untuk mewujudkan efisiensi Pertamina di sektor hilir, masih banyak ditemukan hambatan di lapangan. Salah satunya, mobil tanker pembawa BBM ke pom bensin yang sering mengurangi takaran. "Mereka itu sebagian kontraktor Pertamina," katanya.

Untuk mengatasi itu, Pertamina akan membuat terobosan. Bentuknya pemilik pom bensin dilengkapi meteran portable sehingga harga yang dibayar merupakan harga saat BBM sampai di pom bensin.

MUHAMAD FASABENI

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: