Asing Akan Danai Proyek Terminal Transit Pertamina

Jum'at, 25 Agustus 2006 | 11:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Denpasar-Sejumlah perusahaan asal Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia tertarik mendanai proyek terminal transit bahan bakar minyak Pertamina di Tuban, Jawa Timur. Rencananya terminal itu berkapasitas 200-300 ribu kiloliter dan segera dibangun mulai 2007.

Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi untuk menetapkan pemenangnya. " Kami sedang mengevaluasi beberapa perusahaan asing,” kata Hanung di Bali, Kamis (24/8).

Dia menjelaskan, perusahaan yang dimaksud di antaranya Mitsubishi dan Itochu dari Jepang, serta SK Corp dari Korea Selatan. Sedangkan, perusahaan minyak asal Malaysia yaitu Petronas. Dana yang dibutuhkan untuk membangun terminal transit itu sekitar US$ 140 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun. "Dengan masuknya investor asing, artinya Pertamina bersedia kerja sama, tapi tetap menguasai saham 50 persen," ujarnya.

Menurut dia, jika terminal transit itu sudah selesai, maka dapat mengurangi beban Pertamina mengoperasikan terminal transit berupa kapal atau floating storage di Teluk Semangka dan Selat Madura. "Kami menyewa dua kapal untuk terminal transit."

Selain terminal di Tuban, pada September tahun ini Pertamina akan menyelesaikan pembangunan terminal transit utama di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, dengan kapasitas 200 ribu kiloliter. Diharapkan terminal transit Balongan ini bisa menguirangi kelangkaan BBM di beberapa daerah. "Kami sedang melakukan beberapa pembenahan agar dalam 3 bulan ke depan tidak ada lagi depo krisis di tanah air," ucap Hanung .

Pertamina sudah mengindentifikasi depo-deponya di seluruh Indonesia. Mungkin ada satu atau dua depot yang kritis karena gangguan alam. Namun ada 16 depo utama Pertamina yang diharapkan dapat menyimpan cadangan BBM minimal 70 persen dari kapasitas tanki. "Bakal ada peningkatan stok sekitar 10 hari," ucapnya.
muhamad fasabeni






Komentar Anda

Kirim