BI Yakin Rupiah Bisa Menguat di Bawah 9000
Jum'at, 25 Agustus 2006 | 14:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aslim Tadjuddin optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika akan terus stabil dengan kecenderungan menguat hingga akhir tahun.
“Rupiah berpeluang menguat di bawah Rp 9.000 per dolar,” paparnya di Jakarta hari ini.
Keyakinan Aslim didasari oleh sejumlah faktor fundamental ekonomi yang dinilai cukup baik. Juli lalu, Standard & Poor's menaikkan peringkat utang valuta jangka panjang pemerintah Indonesia dari B+ menjadi BB-.
"Ekspor bagus, inflasi rendah, persepsi asing juga membaik. Ini tercermin dari peringkat utang yang naik menjadi BB-", katanya.
Menurut dia, meskipun nilai tukar rupiah melemah dua hari terakhir, sifatnya hanya sementara. Rupiah melemah 35 poin pada penutupan kemarin menjadi Rp 9.140 per dolar. Pelemahan ini dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar secara global dan regional. Mata uang dolar AS menguat terhadap yen jepang dan euro, yang berimbas kepada rupiah. Hal ini karena hampir semua negara menganut sistem nilai tukar mengambang.
“Kami akan tetap memonitor dan menjaga agar pergerakan rupiah tidak terlalu volatile (naik turun dengan cepat),” papar Aslim.
SOFIAN





