Investasi Belum Mampu Mendongkrak Pertumbuhan
Jum'at, 25 Agustus 2006 | 20:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tingkat investasi di Indonesia belum mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Bahkan pada kuartal kedua 2006, tingkat investasi minus 1 persen. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong sebagian besar oleh pengeluaran pemerintah, bukan investasi", kata wakil Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Raden Pardede, Jumat (25/8).
Rendahnya investasi dikarenakan kepercayaan investor kepada Indonesia belum sepenuhnya pulih. Padahal, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan diperlukan investasi yang lebih banyak. "Namun, tingkat kepercayaan investor pelan-pelan mulai membaik", ungkapnya.
Selama kuartal pertama 2006, pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7 persen disebabkan oleh peningkatan pengeluaran pemerintah sebesar 12,8 persen, dan ekspor sebesar 11 persen.
Sedangkan investasi hanya 0,9 persen. Begitu pula dengan kuartal kedua. Pertumbuhan sebesar 5,2 persen, tetapi tingkat investasi minus 1 persen. Sedangkan pengeluaran pemerintah 31,4 persen, dan ekspor meningkat 11,3 persen. "Pada 2007 tampaknya pengeluaran pemerintah tetap memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi," ujar Pardede.
Sayangnya hingga Agustus 2006 realisasi belanja negara baru mencapai 47 persen. Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Departemen Keuangan Mulya P.Nasution mengatakan, pemerintah akan berusaha meningkatkan penyerapan anggaran. "Agar mendorong penjualan serta konsumsi barang dan jasa bisa meningkat," ujarnya.
Namun, menurut Mulya, memang tidak cukup jika hanya mengandalkan konsumsi baik pemerintah atau swasta. "Jika ingin ekonomi lebih bertumbuh, perlu peningkatan kapasitas produksi melalui investasi baru," katanya.
SOFIAN






Komentar Anda :