Audit Cadangan Beras Bulog Mendesak
Minggu, 27 Agustus 2006 | 21:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah kalangan mendesak pemerintah segera mengaudit cadangan beras di Perusahaan Umum Bulog. Audit ini dinilai penting untuk membuktikan perlu tidaknya dilakukan impor beras.
Wakil Ketua Komisi Pertanian Dewan Perwakilan Rakyat Suswono mengatakan, audit cadangan beras ini dilakukan seiring dengan audit kinerja Bulog. Audit ini diharapkan dapat menjawab keseriusan perusahaan pelat merah itu dalam membeli gabah dan beras petani.
Menurut Suswono, audit ini harus mencakup pemeriksaan kinerja penggilingan pengolah beras dan kerja sama Bulog dengan mitranya. "Nanti akan diketahui kenapa stok beras di Bulog sangat rendah, " kata Suswono kepada Tempo, Jakarta, Minggu (27/8).
Seperti diberitakan, cadangan beras yang dikelola Bulog hingga akhir tahun diperkirakan hanya 532 ribu ton. Padahal, stok aman perusahaan ini harus mencapai satu juta ton. Jumlah tersebut merupakan yang terendah sepanjang sejarah. Buntutnya, penyelesaian krisis stok melalui impor beras kembali menyeruak.
Bahkan, rapat koordinasi teknis Tim Perberasan 20 Juli lalu dengan tegas mengusulkan impor beras sebagai solusi paling mujarab untuk menambal stok Bulog hingga satu juta ton. Dalam surat bernomor 028/D.II.M.Ekon/7/2006, tim itu juga mengusulkan agar pemerintah melakukan audit terhadap cadangan beras Bulog. Audit ini harus dilakukan oleh tim independen.
Suswono menjelaskan, tim independen ini antara lain harus beranggotakan akademisi dan lembaga swadaya masyarakat. "Mereka yang dipilih harus kredibel, " katanya.
EWO RASWA




Komentar Anda :