Perbaikan Tol Gempol Rp 30 Miliar

Minggu, 27 Agustus 2006 | 21:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Biaya untuk menjaga Jalan Tol Gempol-Porong, Jawa Timur, agar tidak terendam tumpahan lumpur dari ladang minyak Lapindo Brantas senilai Rp 30 miliar. Seluruh biaya tersebut dibebankan kepada Lapindo.

Dalam siaran pers PT Jasa Marga dijelaskan bahwa upaya yang sudah dilakukan itu mulai dari pemasangan jembatan bailey sampai peninggian tanggul penahan lumpur. Pelaksana proyek dikerjakan oleh Lapindo Brantas dengan pengawasan Jasa Marga.

Kepala Cabang Jalan Tol Surabaya-Gempol Bahriansyah menjelaskan, upaya pemasangan jembatan bailey telah gagal menyusul terjadinya peningkatan volume lumpur diluar kendali. Saat ini, pihak Jasa Marga menggunakan cara lain dengan membangun gorong-gorong (box culvert) dan peninggian badan jalan tol setinggi dua meter. "Tapi hanya mampu mempertahankan operasional jalan tol beberapa hari saja," katanya.

Upaya yang dilakukan saat ini adalah peninggian badan jalan tol 2-2,5 meter. Sejalan dengan itu, konstruksi jalan tol juga akan ditinggikan 2,5-3 meter sejak 20 Agustus 2006. Langkah tersebut dilakukan untuk mengimbangi (counter weight) ketinggian tanggul saat ini mencapai enam meter.

Selama satu bulan pelaksanaan peninggian jalan akan dilakukan penutupan jalur jalan secara bergantian. Pertama, jalur ke arah Surabaya akan digunakan dua arah sedangkan jalur ke Porong ditinggikan. Setelah jalur arah Porong selesai, kemudian jalur tersebut digunakan untuk dua arah dan jalur ke arah Surabaya ditinggikan.

Direktur Operasi Jasa Marga Sarwono Oetomo menegaskan, upaya menjaga jalan tol ruas Gempol - Porong agar dapat beroperasi terus dilaksanakan mengingat posisi strategis ruas jalan itu sebagai penghubung Surabaya dan Sidoarjo. Alternatif jalur jalan darat selain jalan tol itu, kata Sarwono, selama ini hanya jalan nasional dan jalur kereta api yang juga terancam luberan lumpur.


Harun Mahbub






Komentar Anda

Kirim