Miranda: Penerapan Manajemen Risiko Mendesak
Rabu, 30 Agustus 2006 | 15:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom mengatakan, penerapan sertifikasi manajemen risiko dalam industri perbankan sudah sangat mendesak.
"ini sudah tak dapat ditawar lagi", ujar Miranda dalam Jakarta Risk Management Convention hari ini.
Menurut Miranda, dengan semakin meningkatnya kompleksitas usaha bank, makin ketatnya kompetisi lokal dan global, upaya mengelola manajemen risiko menuntut peningkatan kompetensi dan skill terus-menerus.
Dia menambahkan, salah satu penyebab terjadinya krisis perbankan pada 1997 lalu adalah karena kurang diterapkannya manajemen risiko tersebut.
Karena itu, BI mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 7/25/PBI/2005 dan PBI Nomor 8/9/PBI 2006 tentang Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pengurus dan Pejabat Bank Umum.
Dalam aturan itu, semua pejabat bank yang berkaitan dengan pengelolaan risiko harus telah memiliki sertifikat tersebut pada 2010.
Sebagai implementasi dari program sertifikasi manajemen risiko telah dilaksanakan program eksekutif terhadap 530 pejabat bank yang terdiri dari 306 direksi dan 224 komisaris. Tahun ini, sekitar 190 direktur/pejabat eksekutif serta 100 komisaris/pemegang saham akan mengikuti program ini.
Sofian






Komentar Anda :