Pemerintah Bangun Rumah Susun Sewa Khusus Mahasiswa

Rabu, 30 Agustus 2006 | 15:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan membangun rumah susun sewa atau rusunawa bagi mahasiswa di 57 lokasi diseluruh Indonesia. 57 lokasi tersebut meliputi 37 lokasi di perguruan tinggi dan 16 lokasi di pondok pesantren.

Nota kesepahaman rencana pembangunan rusunawa tersebut diteken oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Ashari, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, dan Menteri Agama Miftah Basyuni, Rabu (30/8). Rusunawa tersebut ditargetkan selesai sebelum masa tugas kabinet pemerintahan sekarang berakhir.

Menteri Yusuf menjelaskan, pembangunan rusunawa bagi mahasiswa merupakan program prioritas lantaran banyak diusulkan. Saat ini usulan pembangunan rumah susun yang masuk di Kementerian Negara Perumahan Rakyat mencapai 80 usulan. Namun, rencana pembangunan rusunawa mahasiswa ini masih dikaji dari berbagai aspek, seperti pendanaan, jumlah unit yang dibangun, hingga pengelolaannya.

Kebutuhan dana masing-masing rusun, lanjut Yusuf, tidak akan seragam dan tergantung spesifikasinya. Ia memastikan dana ini tidak diambilkan dari APBN. "Kami akan mencari terobosan-terobosan," ujarnya. Soal kemungkinan pengembanganya gabungan dari Perumnas, pemerintah, dan swasta, Yususf menjawab, "Semoga para pengembang mau masuk."

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menambahkan, rusunawa bagi mahasiswa terutama dibutuhkan di sekolah-sekolah unggulan. "Banyak siswa dari luar daerah di sana," ucapnya.

Bagi siswa yang bertempat tinggal di luar sekolah pun, kata dia, tetap membutuhkannya untuk memperpendek jarak ke sekolah. Selain itu, asrama khusus bagi mahasiswa selalu ditanyakan oleh mahasiswa-mahasiswa luar negeri yang ingin menempuh pendidikan di Indonesia. Namun, pembangunan rumah susun ini belum mendapat prioritas anggaran di Departemen Pendidikan Nasional. "Kalah dengan membangun sekolah dan peningkatan kualitas pengajar."

Karena itu, Bambang mengusulkan, pembangunan rusunawa bagi mahasiswa ini dilaksanakan secara komersial atau semikomersial. Dia mencontohkan seperti di Univesitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. "Tanahnya disediakan oleh universitas, bangunan oleh pengembang, dan pengelolaannya komersial," tutur dia.

Dia juga meminta dalam pengelolaannya nanti rusunawa bagi mahasiswa ini tidak perlu mendapat subsidi. "Subsidi mahasiswa selama ini sudah terbesar." Harun Mahbub

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :