Teknologi Masih Jadi Penghambat Usaha Mikro

Rabu, 30 Agustus 2006 | 18:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Teknologi dan inovasi dinilai masih menjadi penghambat utama berkembangnya usaha mikro. "Selama ini mereka tidak tahu bagaimana mengembangkan teknologi dan bersinergi dengan usaha mikro lainnya," kata Ketua Usaha Kecil Menengah Center Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Nining I. Susilo di Jakarta, Rabu (30/8).

Ia mencontohkan, pengusaha besek sebetulnya bisa bekerja sama dengan pengusaha makanan untuk memperbesar pasar. “Tapi tidak dilakukan.” Selain itu, pengusaha besek tidak biasa menanam kembali bambu yang menjadi sumber bahan bakunya. Akibatnya pengusaha besek kesulitan mendapat bahan baku.

Dana, kata dia, tidak lagi menjadi kendala karena luasnya akses ke Bank Perkreditan Rakyat atau tengkulak. Meski bunga yang ditawarkan sangat tinggi, tapi karena tanpa kolateral (jaminan), usaha mikro akan tetap meminjam dana tersebut. “Apalagi kalau sudah sangat mendesak," katanya.

Menurut dia, pengembangan usaha mikro oleh pemerintah tidak dapat diharapkan karena dana pemerintah daerah yang sudah disiapkan tidak dibarengi dengan pengetahuan untuk memberikan pelatihan bagi usaha mikro.

Kelemahan ini, kata dia, yang menjadikan usaha mikro tidak berdaya menghadapi pasar global. Khususnya terhadap rencana pemberlakuan Asean Free Trade Area (AFTA) yang dipercepat dari 2020 menjadi 2015. "Ini (AFTA) menjadi tantangan tidak hanya bagi UKM, tapi juga pemerintah dan pihak swasta," ucap Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Bambang Brodjonegoro.

RR Ariyani

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :