Kreditor Kurang Minati Swap Utang
Rabu, 30 Agustus 2006 | 18:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tawaran konversi (swap) utang luar negeri kurang diminati negara kreditor.
Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Hubungan Luar Negeri Mahendra Siregar menjelaskan, pemerintah berusaha menawarkan berbagai program pembanguann yang bisa dikonversi dengan utang tetapi antusiasme dari negara-negara kreditor mengecewakan.
“Hanya beberapa saja yang bersungguh-sungguh bersedia membicarakan dan menindaklanjuti program swap itu,” kata Mahendra kemarin. Padahal, dia menambahkan, dalam forum penjadwalan kembali utang-utang di Paris Club kedua dan ketiga semua kreditor pada prinsipnya telah kesediaannya menkonversikan piutangnya untuk program-program pembangunan, seperti pendidikan. “Tapi dalam realitasnya ternyata komitmen seperti itu tidak kami jumpai.”
Hanya dua kreditor saja yang merealisasikan janjinya, yaitu Jerman dan Italia. Pemerintah memperoleh empat kali swap utang dari Jerman. Swap utang pertama senilai 12,5 juta euro adalah pertukaran utang dengan program pendidikan dasar. Swap utang kedua sebesar 11,5 juta euro juga untuk pendidikan. Sisanya, masih dalam rencana.
Sedangkan Italia memberikan dua kali swap, pertama senilai US$ 24,2 juta dan 5,7 juta euro, serta swap kedua masih rencana senilai US$ 7,7 juta.
Agus Supriyanto





