KPK Siap Gandeng Bank Dunia Investigasi Korupsi Proyek Infrastruktur

Rabu, 30 Agustus 2006 | 19:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan kesiapannya menggandeng Bank Dunia untuk melakukan investigasi bersama dugaan adanya praktek korupsi dua proyek infrastruktur di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.

Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas mengatakan, investigasi bersama itu merupakan hasil kesepakatan dari sejumlah pertemuan KPK dengan Bank Dunia. “Tim penyelidik KPK sudah dibentuk dan saat ini sedang bekerja,” ujarnya kepada Tempo hari ini.

Sebelumnya, Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Andrew Steer menyatakan lembaganya berniat menggandeng KPK untuk melakukan investigasi bersama. “Kami menilai akan lebih baik jika investigasi dilakukan bersama antara Bank Dunia dan KPK," katanya.

Menurut Steer, pihaknya sudah menyerahkan dokumen dan berkas kontrak kedua proyek tersebut kepada KPK. Lembaganya, lanjut dia, juga telah menerima permintaan pemerintah Indonesia agar dugaan korupsi tersebut diselidiki aparat hukum Indonesia.

Seperti diberitakan Bank Dunia membatalkan penyaluran pinjaman proyek Transportasi Wilayah Indonesia Timur senilai US$ 3,6 juta dan hibah persiapan proyek untuk Infrastruktur Jalan Strategis (Strategic Roads Infrastructure Project) senilai US$ 1,1 juta dari pemerintah Jepang.

Menurut Bank Dunia, dari investigasi yang telah dilakukan ditemukan bukti yang menunjukkan adanya praktek penyuapan senilai US$ 356,7 oleh perusahaan konsultan kepada pejabat Departemen Pekerjaan Umum. Lembaga ini juga meminta pemerintah Indonesia mengembalikan seluruh dana pinjaman tersebut.

Steer kembali menegaskan, Bank Dunia sangat yakin dengan adanya korupsi karena proses penemuan bukti dilakukan oleh tim ahli dan proses panjang sejak 2001. "Akan salah kalau kami menyebut nama orang dan perusahaan jika tidak benar-benar yakin," ujarnya.

Dia melanjutkan, Bank Dunia menginginkan adanya mekanisme yang jelas di Departemen Pekerjaan Umum yang dapat mencegah kejadian tersebut terulang kembali.
Steer meminta mekanisme pencegahan tersebut juga diterapkan dalam penanganan proyek di semua sektor.

Setri Yasra I Oktamandjaya Wiguna

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :