Prioritas Sertifikasi Manajemen Risiko Diharapkan pada Bankir Kecil
Rabu, 30 Agustus 2006 | 21:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan perbankan berhadap Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) lebih berfokus dan memberikan prioritas pelaksanaan sertifikasi reguler kepada bankir-bankir kepada pegawai bank di bawah direksi. “ Dalam melaksanakan program sertifikasi manajemen risiko BSMR juga sebaiknya meminta pendapat dari asosiasi perbankan,” kata Ketua Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono di Jakarta, Rabu (30/8).
Asosiasi itu antara lain Perbarindo, Ikatan Bankir Indonesia, atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Sigit menilai program sertifikasi yang dilakukan saat ini terlalu tergesa-gesa. Padahal tenggat waktu pelaksanaan sertifikasi itu masih lama hingga 2008.
Mengenai tidak hadirnya anggota Perbanas dan Himbara pada seminar internasional manajemen risiko yang diselenggarakan BSMR hari ini, Sigit membantah itu sebagai pemboikotan. “Tidak benar bahwa kalangan perbankan (Himbara dan Perbanas) memboikot program sertifikasi manajemen risiko, “ ujarnya.
Perbanas dan Himbara, kata Sigit, selalu mendukung program sertifikasi manajemen risiko termasuk program penyegaran managemen risiko.
Ketua Dewan Sertifikasi BSMR Gayatri Rawit Angreni mengatakan, kegiatan seminar hari ini dan besok bersifat optional. Jadi bisa ikut tahun ini atau tahun depan. Masih sampai 2008,“ katanya.
Suryani Ika Sari





