Pasar Modal Dianggap Masih Jauh Jadi Instrumen Pembangunan Ekonomi
Rabu, 30 Agustus 2006 | 22:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai pasar modal nasional masih jauh menjadi alternatif instrumen pembangunan ekonomi di Indonesia. Namun, pemerintah memiliki komitmen kuat mengembangkan pasar modal.
Menteri juga meminta Ketua Badan Pengawas Pasar Modal membuat pasar modal nasional menjadi besar dan bisa dibanggakan. "Pada saat yang sama dapat kita bandingkan dan sejajarkan dengan pasar modal lain," katanya dalam sambutan 29 tahun diaktifkannya Pasar Modal Indonesia di Jakarta, Rabu (30/8) malam
Untuk membuat pasar modal berkembang, kata dia, pemerintah membutuhkan kerja sama dari semua pelaku pasar dan perusahaan-perusahaan terbuka. "Tidak hanya kami sebagai regulator, tapi juga dari ketertarikan dari para emiten dan perusahaan yang menginginkan go public," katanya.
Dia mengaku sedih mendengar dan melihat bahwa kegiatan pasar modal nasional masih didominasi oleh sedikit pelaku pasar. “Tata kelola yang baik (good governance) masih belum cukup memberikan kepastian bagi pemodal kecil.”
Andri Setyawan





