Jumlah Penduduk MIskin Naik Akibat Kenaikan Harga Beras dan BBM
Jum'at, 01 September 2006 | 18:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan menyatakan bertambahnya jumlah orang miskin disebabkan kenaikan harga beras dan bahan bakar minyak (BBM).
Namun, Rusman mengakui bahwa subsidi langsung tunai (SLT) mengurangi beban masyarakat miskin akibat kenaikan beras dan harga BBM. “Mereka yang miskin bisa saja naik kelas karena bantuan langsung tunai,” katanya di Jakarta, Jumat (1/9)
Badan Pusat Statistik mengumumkan jumlah penduduk miskin meningkat 3,95 juta dibandingkan Februari 2006. Pada Februari 2005 jumlah penduduk miskin mencapai 35,10 juta orang atau 15,97 persen. “Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret 2006, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2006 mencapi 39,05 juta orang atau 17,75 persen dari 220 juta penduduk Indonesia,” katanya.
Dia menjelaskan, dalam penetapan garis kemiskinan, komoditi makanan, terutama beras besar pengaruhnya. Pengaruh komoditi makanan, terutama beras rata-rata 30 persen di pedesaan dan perkotaan. “Jadi memang beras yang menentukan," kata dia."Pertanyaannya apakahharga beras naik itu karena BBM naik? Itu tidak bisa kami buktikan.”
Menurut Rusman, pengaruh komoditi makanan terhadap garis kemiskinan dominan dibandingkan komoditi bukan makanan. Komoditi bukan makanan antara lain perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. “Pada Maret 2006, sumbangan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 74,99 persen,” ujarnya.
Kurniasih Budi





