Nilai Ekspor Juli Mencapai US$ 8,82 Miliar
Jum'at, 01 September 2006 | 18:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Nilai ekspor Indonesia pada Juli kembali memecahkan rekor tertinggi, yakni US$ 8,82 miliar. Pada Juni lalu, nilai ekspor Indonesia juga mencapai level tertinggi sepanjang sejarah US$ 8,34 miliar.
“Ekspor Indonesia terus meningkat dan memecahkan rekor,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan kepada pers, Jumat (1/9).
Menurut Rusman, nilai ekspor sejak Januari hingga Juli tahun ini meningkat 16,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total nilai ekspor sejak Januari mencapai US$ 55,77 miliar.
Peningkatan ekspor di bulan Juli terjadi karena peningkatan ekspor nonmigas sebesar 0,86 persen, yaitu dari US$ 6,7 miliar menjadi US$ 6,76 miliar. Sedangkan ekspor minyak dan gas meningkat 15,88 persen dari US$ 1,77 miliar menjadi US$ 2,05 miliar.
Berdasarkan data BPS, peningkatan ekspor nonmigas terbesar pada Juli terjadi pada bahan bakar mineral, terutama batubara. Peningkatannya mencapai US$ 179,2 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin dan peralatan listrik sebesar US$ 142,6 juta.
Rusman menjelaskan, ekspor Indonesia juga terus meningkat karena terjadi peningkatan ekspor pada karet dan barang-barang dari karet. Pertumbuhannya mencapai US$ 1,2 miliar sejak Januari hingga Juli tahun ini. Selain itu, juga karena terjadi peningkatan ekspor tembaga. Peningkatannya mencapai US$ 463 juta. “Kenaikan cukup besar juga terjadi pada ekspor minyak dan lemak hewan dengan kenaikan US$ 415 juta. “
Sedangkan data impor Indonesia pada Juli turun lima persen dibandingkan Juni. Pada Juli, nilai impor mencapai US$ 5,38 miliar, sedangkan pada Juni US$ 5,67 miliar. Penurunan nilai impor ini lantaran penurunan impor migas US$ 314,2 juta. Total nilai impor Indonesia selama Januari-Juli tahun ini mencapai US$ 34,26 miliar. Jumlah itu meningkat 2,42 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Rusman menambahkan, negara yang memetik keuntungan dari selisih nilai ekspor dan impor Indonesia adalah Cina. Karena Cina adalah negara pengimpor terbesar kedua di Indonesia setelah Jepang. “Sedangkan sebagai negara tujuan ekspor Indonesia, Cina nomor empat setelah Jepang, Amerika, dan Singapura,” ujarnya.
PRAMONO





