Angka Kemiskinan BPS Dinilai Terlalu Rendah
Jum'at, 01 September 2006 | 19:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom Institute for Development of Economics and Finance Imam Sugema menduga data jumlah penduduk miskin yang diumumkan Badan Pusat Statistik sebesar 39,05 juta orang atau 17,75 persen dari total penduduk Indonesia lebih rendah dari angka sebenarnya. "Angka BPS itu under estimate," katanya di Jakarta, Jumat (1/9).
Hari ini BPS mengumumkan, jumlah penduduk miskin meningkat 1,78 persen atau 3,95 juta jiwa. Per Maret 2006, penduduk miskin naik menjadi 39,05 juta orang dari 35,10 juta orang pada Februari 2005. Persentase penduduk miskin menjadi 17,75 persen.
Menurut dia, jumlah penduduk miskin berdasarkan proyeksi INDEF mencapai sekitar 22 persen. "Salah satu indikasinya adalah penerima beras raskin sebanyak 48 juta orang,” ujarnya.
Ia menduga ada intervensi dalam perhitungan penduduk miskin. "Bisa saja standar garis kemiskinan direndahkan atau data base dimainkan, sehingga jumlah orang miskin yang tercatat sedikit.”
Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat Dradjad H.Wibowo juga menduga ada intervensi kepada BPS. "Saya menduga angka BPS tersebut under estimate", katanya. Menurut Dradjad, melonjaknya penduduk miskin karena adanya inflasi yang sangat tinggi pada 2005 sekitar 17,25 persen.
SOFIAN




Komentar Anda :