Impor Beras Bisa Turunkan Inflasi
Jum'at, 01 September 2006 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana pemerintah mengimpor 210 ribu ton beras bisa mendorong penurunan inflasi. “Impor beras akan menyebabkan harga beras turun sehingga timbul ekspektasi inflasi akan turun,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan di Jakarta, Jumat (1/9).
Menurut Rusman, pengumuman impor beras akan menyebabkan pengusaha dan pedagang beras melepas beras yang disimpannya ke pasar. Akibatnya jumlah beras di pasar akan semakin besar. “Harga beras juga akan menurun.”
Seperti diberitakan, Pemerintah memutuskan akan mengimpor 210 ribu ton beras. Impor dilakukan karena stok beras nasional tidak mencukupi.
Rusman mengatakan, rata-rata harga beras untuk pengukuran inflasi saat ini mencapai Rp 5.091. Pada periode yang sama tahun lalu, harga beras hanya Rp 3.502. Beras yang paling banyak diperjualbelikan di pasar adalah jenis IR 64. “Jumlahnya mencapai 70 persen dari total transaksi,” katanya.
Harga beras, kata Rusman, idealnya berada pada kisaran Rp 5.000. Alasannya, harga itu berada pada level inflasi yang aman. “Harga itu juga cukup menjamin kesejahteraan petani,” katanya.
PRAMONO





