Garis Kemiskinan Naik 18,39 persen

Jum'at, 01 September 2006 | 20:32 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Garis Kemiskinan selama Februari 2005 sampai dengan Maret 2206 naik sebesar 18,39 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan, kenaikan tersebut disebabkan naiknya standar pengeluaran rumah tangga yang masuk ke dalam garis kemiskinan. Pada Februari 2005, pengeluaran rumah tangga yang masuk ke dalam garis kemiskinan ditentukan sebesar Rp 129.108/kapita/bulan. Sedangkan pada Maret 2006 sebesar Rp 152.847/kapita/bulan. “Angka tersebut lebih tinggi dari angka inflasi sebesar 17,95 persen periode yang sama,” katanya di Jakarta, Jumat (1/9).

Dia melanjutkan, peranan komoditi bahan makanan dalam peningkatan garis kemiskinan sangat signifikan. Pada Februari 2005, komoditi makanan berpengaruh 70,54 persen terhadap garis kemiskinan. Namun, pada Maret 2006, meningkat 74,99 persen. “Penyebabnya sebagian besar adalah naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok,” katanya.

Pada Maret 2006 persentase pengeluaran beras terhadap total pengeluaran satu bulan penduduk miskin sebesar 23,10 persen. “Bahkan di pedesaan persentase itu mencapai 26,08 persen,” ujarnya.

Kurniasih Budi

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :