Tender Tabung Gas September

Senin, 04 September 2006 | 00:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Pertamina (Persero) akan melakukan tender pengadaan tabung elpiji untuk program konversi minyak tanah ke elpiji bulan ini. Namun mengenai waktunya, Deputi Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Hanung Budya, belum dapat memastikan.

"Pertamina tahun ini akan memproduksi 800 tabung elpiji (kapasitas) 3 kilogram," kata Hanung kepada Tempo. “Tabung itu kami targetkan akhir November sudah siap.”

Menurut Hanung, untuk memproduksi tabung elpiji itu Pertamina akan mengambil anggaran perseroan 2006.

Dia mengakui, dengan adanya percepatan program konversi dari enam tahun menjadi empat tahun, kebutuhan tabung elpiji akan meningkat menjadi dua kali lipat menjadi sekitar 20 juta tabung pada 2007. Ini dihitung berdasarkan 1 juta kiloliter minyak tanah ekuivalen dengan 570 ribu ton elpiji, sehingga kebutuhan tabung elpiji kapasitas 3 kilogram mencapai 10 juta tabung.

Dengan adanya percepatan program itu, menurut Hanung, kebutuhannya akan meningkat dua kali lipat sehingga jumlah tabung yang dibutuhkan menjadi sekitar 20 juta tabung.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris akhir pekan lalu meminta Pertamina segera melakukan tender pengadaan tabung elpiji, karena waktu pelaksanaan program konversi minyak tanah ke elpiji makin dekat.

Alasannya, menurut Fahmi, waktu pelaksanaan konversi penggunaan minyak tanah ke elpji semakin dekat. Jika pengadaan tabung itu tidak segera dilakukan, Fahmi khawatir waktunya tidak cukup sehingga bisa-bisa pemerintah harus impor.

Fahmi telah mengirimkan surat dua kali kepada Pertamina. Namun, Menurut dia, hingga saat ini Pertamina belum memproses pengadaan tabung elpiji tersebut.

Seperti diketahui, pemerintah akan melaksanakan program konversi minyak tanah ke elpiji mulai 1 Januari 2007. Pertamina akan menjadi pelaksana program konversi minyak tanah ke elpiji. Program konversi direncanakan berlangsung selama enam tahun, tapi kemudian pemerintah memutuskan untuk mempercepatnya menjadi empat tahun.

Pemerintah mentargetkan, total minyak tanah yang dialihkan ke elpiji mencapai 90 persen dari konsumsi minyak tanah saat ini mencapai 10 juta kilo liter.

Nieke






Komentar Anda

Kirim