Saham Infrastruktur Bakal Diburu Investor
Senin, 04 September 2006 | 01:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Saham perusahaan infrastruktur diperkirakan bakal menjadi buruan investor di Bursa Efek Jakarta pekan ini. Sebab, perusahaan publik yang bergerak di sektor ini akan menikmati keuntungan dari penurunan suku bunga bank sentral, BI Rate.
Gambaran inflasi Agustus yang terus turun diyakini memberi peluang bagi Bank Indonesia kembali menurunkan bunga dari level terakhir, 11,75 persen, pada pertemuan Dewan Gubernur BI besok.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah telah memprioritaskan pelaksanaan pembangunan di bidang transportasi, jalan, pengairan, air minum dan sanitasi, telematika, tenaga listrik, serta minyak dan gas bumi.
Beberapa perusahaan publik yang bergerak di sektor infrastruktur, seperti konstruksi bangunan dan jalan tol, antara lain PT Adhi Karya Tbk., PT Total Bangun Persada Tbk., PT Citra Nusaphala Persada Tbk. (CMNP), dan PT Surya Inti Semesta Tbk. Dari keempat perusahaan itu, saham CMNP dan Total Bangun Persada masih diburu investor.
Saham CMNP sepekan lalu tercatat membukukan kenaikan 7,94 persen dari Rp 630 menjadi Rp 680 per lembar. Diikuti saham Total Bangun Persada yang juga naik 1,37 persen dari Rp 365 menjadi Rp 370 per saham. Sedangkan saham Adhi Karya dan Surya Semesta masih turun, yakni 2,20 persen dan 5,56 persen.
Analis PT Danasakti Securities, Arief Budi Satria, mengatakan saham CMNP masih menarik untuk dikoleksi seiring dengan tren penurunan suku bunga yang terus berlanjut hingga akhir tahun.
"Penurunan suku bunga akan menyemarakkan pasar obligasi. Ini memberi peluang perusahaan menerbitkan obligasi untuk mendapatkan dana guna ekspansi di jalan tol," katanya.
Arief menilai saham emiten yang akan terkena imbas positif langsung atas pelaksanaan program infrastruktur antara lain saham sektor semen dan alat berat. "Untuk saham sektoral ini masih layak dikoleksi," paparnya.
Namun, menurut analis dari PT Samuel Sekuritas, Bimo Haryo Pamungkas, saham sektor infrastruktur belum saatnya dikoleksi. Sebab, paket program infrastruktur yang dicanangkan Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur belum selesai.
"Program infrastruktur ada kemungkinan baru dilaksanakan tahun depan karena paket infrastruktur 2006 kabarnya baru terselesaikan 30-40 persen pada Agustus lalu," katanya.
Kalaupun ingin berspekulasi pada saham infrastruktur, tutur Bimo, investor harus lebih selektif, terutama pada saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dan PT Semen Gresik Tbk.
Untuk Saham Adhi Karya, menurut dia, investor masih akan dibayangi rencana penerbitan saham baru. Sedangkan saham Total boleh dibeli karena dukungan pertumbuhan kinerja keuangan bagus.
Muchtar Wijaya (PDAT)





